Terkepo-kepo

 “Sudah fokus saja sama kerjaanmu jangan ngomongin orang lain”

source: pinterest.ca


Kalimat yang ga relate dengan orang yang kerjanya sebagai HR, kerjaannya kan emang disuruh ngurusin orang, bahkan dirinya sendiri. Selain HR beberapa profesi yang terkait dengan dunia psikologian juga seringnya ngurusin orang (termasuk personal trainer).

Pernah sedikit baca tentang bagaimana paradox of tolerance, dimana pernyataan tentang toleransi akan membuat dirinya tidak toleran. Cukup unik sih tapi begitulah dunia bekerja.

Apapun paradigma yang dibawa dari seorang hr mau tidak mau ya ngurusin orang, bagaimana jika HR disuru berhenti mikir/ngomongin orang lain? Mungkin yang terjadi manajemen akan kelabakan mengatur karyawannya.

Pernah menjalani pendidikan psikologi kita terkenal dengan istilah tembok tipis psikologi, ya meskipun sebenarnya bukan temboknya yang tipis tapi mulutnya aja yang kemana-mana.

Dalam proses pembelajaran yang utamanya adalah asesmen, kita diajari mengidentifikasi aspek tertentu dengan menghubungkan fakta di lapangan yang kemudian disebut data dengan teori yang relevan. Proses yang saya sederhanakan untuk menampik psikologi adalah ilmu perdukunan.

Salah satu orang pernah bilang jika sebisa mungkin praktisi menghindar dari kecenderungan, dimana fungsinya agar hasil asesmennya tidak bias. Menghindari bias juga merupakan kemampuan yang tidak semua orang bisa lakukan, disana juga letak psikolog professional layak mendapatkan upahnya.

Mendeteksi permasalahan akan menentukan intervensi yang akan dibuat setelahnya, sehingga penting kiranya seorang psikolog menerapkan metode yang tepat untuk mendeteksi permasalahan tersebut.

Dalam tulisan saya selalu mengedepankan idealnya sehingga dikemudian hari saya akan diingatkan dengan tulisan ini jika mulali membelot (realistis).

Saya tidak mengulangi penjelasan tentang idelais karena sudah saya sedikit bahas sebelumnya (disini).

Jadi daripada kita sibuk membuat kalimat yang ga penting maka mending kerja saja apa yang menurutmu baik dan diperlukan. Menghargai satu sama lain, menghargai profesi juga.

Menghargai profesi inilah yang kerap saya bawa ketika ada teman yang sekonyonh-konyong menawarkan produk MLM mereka, ya saya harus realistis kalau mereka juga butuh uang untuk hidup tapi saya tidak sepakat dengan bualan yang mereka ciptakan karena cenderung berbohong.

Terima kasih. :)

 

 

Post a Comment

0 Comments