Menjadi manusia Keren

source: pinterest.com

Menginjak usia dewasa awal merupakan tingkatan hidup yang cukup menantang, beberapa pemuda menganggap hidup adalah perjuangan yang harus dimenangkan beberapa yang lain tidak berpikir. Kisah ini berasal dari pemuda desa yang tidak mau disebutkan namanya, namun cukup keren untuk diceritakan. Kita sepakati untuk memberinya nama Rodrigo, nama yang cukup langka ditemukan di desa. Sesuai dengan namanya kisah ini juga cukup keren untuk diteladani betapa ia mampu memanfaatkan kekurangan sebagai kekuatan.

Kisah ini diawali pada masa perkuliahan, Rodrigo berhasil masuk ke perguruan tinggi swasta yang bonafit tanpa upaya keras untuk masuk kesana. Kampus tersebut konon berisi mahasiswa kaya raya dan berfokus pada bisnis, semua jurusan mengarah pada bisnis. 

Rodrigo memilih untuk masuk ke jurusan psikologi, ia sangat enjoy menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa pemikir sosial, seperti halnya jurusan sosial yang lain psikologi kerap berkolaborasi dengan lini pendidikan yang unik, seperti psikologi kecantikan, psikologi bangun ruang, psikologi bisnis dan psikologi unik lainnya. 

Dalam hal ini Rodrigo menekuni bidang psikologi bangun ruang, disana ia berekspektasi dapat melihat bagian penting dari sebuah bangunan. Suatu hari mata kuliah tersebut menjelaskan salah satu bangunan yang membelah antara jalan pahlawan dan jalan kramat gantung di Surabaya, dengan menggunakan perspektif utilitarian sang dosen menjelaskan adanya gedung yang tidak simetris dengan bangunan disekitarnya dapat menandakan ketidak sesuaian prinsip utilitarian, dengan penjelasan panjang lebar akhirnya Rodri menyimpulkan perlunya pandangan prinsip tertentu untuk membuat sebuah gedung. 

Kelas berlanjut dengan mengidentifikasi prinsip apa yang kiranya diberlakukan untuk membangun kawasan industri daerah Gresik. 

Uniknya kelas menyimpulkan adanya arogansi dan keinginan kuat untuk membangun daerah dengan cara yang tidak begitu jelas, hal itu karena mengacu pada perencanaan tata kota yang menjelaskan kawasan kota tidak seharusnya menjadi kawasan produksi skala besar. 

Sebagai orang daerah Rodri menyimpulkan perlunya perencanaan yang matang untuk membuat suatu kawasan.

Menurut salah satu tokoh politik mengatakan bahwa Jakarta merupakan wilayah peninggalan penjajahan yang tidak pernah disiapkan untuk menjadi ibu kota jika dilihat dari sejarah dan faktor pendukung pembentukan wilayah. 

Relevan dengan berita akhir-akhir ini banyak yang mengkritik pemindahan Ibu Kota negara. Rodri ingin mengambil bagian dari berita yang sedang ramai yang dilihat dari perspektif pribadinya, ia memberikan judge bahwa sepakat melakukan pemindahan dengan mempertimbangkan aspek fungsional, aspek sosial, tata kota, kebutuhan masyarakat serta kesiapan perencanaan. Sebagai mahasiswa tentunya suara yang ia kemukakan tidaklah begitu powerfull untuk pembuat keputusan sehingga idenya hanya sebatas ide. 

Singkat cerita ia telah memasuki bagian akhir dari perkuliahan, menginjak usia 21 ia merasa perlu mempersiapkan masa depannya. Ia sangat sibuk kesana kemari memikirkan apa yang akan dilakukan setelah lulus, ia melamar kerja sebagai barista di salah satu warung kopi jaman sekarang. Ia menikmati suasana kerjanya, membuat kopi dan menyajikan kepada pelanggan. 

Hingga akhirnya ada kesadaran kalau ia masuk ke semester 10 dan jarang sekali pulang ke rumah. Ia tersadar akan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa yang harus menyelesaikan skripsinya, akhirnya ia memilih untuk meninggalkan pekerjaan sebagai barista kemudian mengambil skripsi dengan fokus penelitian psikologi bangun ruang di warung kopi tempatnya bekerja. 

Rodri membutuhkan waktu 6 bulan untuk membuat skripsi mengkombinasikan kebutuhan owner, karyawan dan pelanggan. Dalam perjalanan skripsinya ia sangat menikmati prosesnya karena merasa menguasai topik dan faktor pendukung lainnya. Dosen pembimbing skripsi Rodri sangat suka dengan langka skripsi yang diambil dan terhitung hanya melakukan 4 kali revisi (angka cukup menggembirakan untuk skripsi). 

Semester depan ia lulus dengan predikat biasa saja. Sebagian lulusan pada prosesi wisuda merupakan mahasiswa berprestasi sebagian yang lain biasa saja.

Setelah lulus ternyata ia baru menyadari proses memikirkan mau jadi apa belum ada jawaban hingga ia mendapatkan tawaran untuk tergabung dalam tim bentukan dosen pembimbing membangun suatu kawasan bisnis yang ada di daerah. Ia mendapatkan tawaran itu karena sang dosen mengetahui potensi Rodri dalam proyek yang ia bangun. Rodri berperan aktif dalam proses pembuatan kawasan tersebut dan kerap melampaui pemikiran dosen, ia dapat pengalaman tersebut dengan belajar secara tidak sadar saat menjadi barista dan proses skripsi. 

Setelah kawasan itu jadi ternyata dalam perjalanannya mengalami kegagalan dan tidak tepat sasaran. Rodri tidak lagi menjadi konsultan kawasan tersebut.

Portofolio Rodri sebagai konsultan kawasan terdengar oleh orang kaya di daerahnya lahir, ia diminta sebagai koordinator untuk membuat kawasan usaha milik orang kaya tersebut. Ia membentuk tim dengan tetap melibatkan dosen pembimbingnya, ia kini melibatkan banyak tenaga sipil, ekonom, pebisnis dan seniman. 

Setelah melakukan perencanaan dan pembangunan yang matang kawasan tersebut resmi beroperasi, yang bikin keren adalah investor tidak mewajibkan rodri untuk mengembalikan modalnya secara instan, investor bersedia menunggu hingga bertahun-tahun untuk mengembalikan modalnya. 

Kini kawasan tersebut berjalan selama kurang lebih 2 tahun dengan pergerakan ekonomi yang cukup signifikan. Di Sela-sela pekerjaan ia berpikir akan berfokus pada pekerjaan semacam itu, dan melakukan banyak pelatihan untuk mempertajam skillnya.

Kisah diatas merupakan salah satu perjalanan yang memungkinkan terjadi di banyak pemuda jaman sekarang, dengan perubahan peradaban yang begitu cepat. 

Rodrigo dengan serius menimbah ilmu perkuliahan, banyak mencoba hal baru hingga menemukan jalannya. Secara tidak sadar ia turut ambil bagian menjadi manusia keren peradaban dengan menekuni bidangnya, ia juga akhirnya belajar menjadi seorang narator untuk mempermudah komunikasi dengan rekan atau banyak individu. 

Untuk berkontribusi pembangunan negara sangat banyak jalan untuk itu dan kita wajib menghargai karya mereka atau pekerjaan mereka, jika ada satu jurusan perkuliahan yang menjamin kita menjadi sukses maka tidak akan muncul sosok seperti Rodri. 

Tidak ada juga pekerjaan yang paling mulia di bumi ini, mereka saling terkait dan mempengaruhi secara tidak langsung.

 


Post a Comment

1 Comments

  1. Menjadi Manusia Keren - Blog Rio File >>>>> Download Now

    >>>>> Download Full

    Menjadi Manusia Keren - Blog Rio File >>>>> Download LINK

    >>>>> Download Now

    Menjadi Manusia Keren - Blog Rio File >>>>> Download Full

    >>>>> Download LINK dK

    ReplyDelete